Angkringan Sebul, Sebuah Revolusi di Jagat Angkringan

Budaya ngangkring sepertinya sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kota Jogja. Selain harganya yang relatif bersahabat (tergantung seberapa banyak Anda makan tentunya, kalo aku sendiri biasanya makannya membabi buta jatuhnya ya banyak juga), angkringan menimbulkan kecanduan karena atmosfernya yang santai, informal dan asyik untuk ngobrol. sebul1.jpg
Namun sepertinya angkringan sudah terlalu identik dengan mahasiswa dan kalangan kerah biru. Angkringan dicap sebagai tempat makan murah(an), sempit dan tidak higienis. Citra itu nampaknya sudah terlanjur melekat sehingga menjauhkan budaya ngangkring dari segmen masyarakat yang lebih luas, walau saat ini tampaknya angkringan sudah mulai menjadi trend populer di kalangan luas.
Karena itulah Angkringan Sebul dengan konsep resto-angkringannya bisa dibilang sebagai sebuah revolusi. Bagi Anda para fans berat angkringan, jangan mencibir dulu dan beranggapan ini sebagai sebuah proyek coba-coba yang serba tanggung. Angkringan Sebul tidak berusaha meng-cafe-kan angkringan. Angkringan Sebul tetap sebuah angkringan, in every sense! Bahkan bisa dibilang tempat ini adalah perpaduan sempurna dari kenikmatan Angkringan Deresan (yang legendaris) ditambah atmosfer penuh persahabatan Angkringan Tugu Lik Man (yang tak kalah legendaris).
Angkringan Sebul buka sore hingga larut malam, beralamat di Jl.Timoho, sebelah selatan Happy Land. Jangan mencari gerobak angkringan di pinggir jalan, carilah sebuah gubuk bambu bertingkat dengan banyak motor di parkirannya. Dan jangan kaget bila yang datang bukan cuma mahasiswa. Waktu saya ke sana, ada sebuah keluarga lengkap dengan neneknya yang sedang asyik pilih-pilih makanan.sebul2.jpg
Suasana angkringan benar-benar terasa ketika anda mengambil piring kaleng dan mengantri makanan dengan diterangi cahaya suram kekuningan lampu senthir. Menunya lebih lengkap dari angkringan pada umumnya. Selain menu favorit seperti nasi oseng-oseng (yang dibungkus daun pisang tentunya), sate usus, sate telur puyuh, ceker ayam dan berbagai gorengan, tersedia juga menu tidak biasa seperti lele goreng, mangut lele, burung dara dan lauk unik perkedel daun singkong (yang enak!). Jangan lupa memesan minuman di gerobak angkringan yang tetap dilengkapi dengan tiga ceretnya, favoritku susu jahe. Dan tak lupa dilengkapi dengan giant screen melalui viewer.

1 Komentar »

  1. risno dwi putra Berkata:

    jadi konsep angkringan kalo di bawa ke luar pulau bisa gak tuh….


{ Pengumpan RSS untuk komentar di postingan ini} · { URI Lacak Balik }

Tinggalkan sebuah Komentar